Buscar

Program Hello World Java

Selamat siang semua, seperti kita ketahui bahwa untuk menguasai Android, kita harus menguasai bahasa pemograman java, nah, untuk tutorial berikut ini, saya akan membahas sedikit demi sedikit dan dari dasar pemograman java, semoga bermanfaat.


Program Hello World


Public class HelloWorld 
{
     public static void main(String [] args)
      {
             System.out.println("Hello World");
       }
}


Pada kode diatas kita telah membuat sebuah program sederhana yang menampilkan tulisan "Hello World" pada console. Terdapat beberapa aturan dalam membuat program dalam java yaitu :


  1. Nama File Harus sama dengan nama kelas program. Misal pada kode diatas nama kelasnya adalah HelloWorld, maka nama filenya juga harus HelloWorld.java
  2. Hanya boleh terdapat satu kelas public pada sebuah file
  3. Kelas yang menjadi program harus memiliki metode public static void main (String[]args)
  4. Terminal pada java menggunakan tanda ;(Titik koma)

Tutorial Mengenal Relative Layout

Pada artikel kali ini, kita akan mengenal salah satu Layout Manager yakni Relative Layout. Relative Layout mengatur posisi secara relatif berdasarkan posisi widget yang lain atau parentnya. Contoh dua widget dibawah. Edit Text posisinya relatif terhadap textView nama.

Deklarasinya adalah sebagai berikut :


Perhatikan penggunaan atribut layout_toRightOf yang menyatakan bahwa EditText berada disebelah label. Sedangkan attribut layout_baseLine digunakan agar TextView dan EditText aligned. Jika Layout_baseLine dihapus efeknya akan sebagau berikut(Text View Terlalu tinggi posisinya):


Beberapa atribut lain yang mengatur posisi widget dibandingkan dengan widget lain adalah:

  •     android:layout_above
  •     android:layout_below
  •     android:layout_toLeftOf
  •     android:layout_toRightOf


Untuk mengatur posisi ada tambahan lima atribut: android:layout_alignTop, android:layout_alignButtom, android:layout_alignLeft, android:Layout_alignBaseLine


Contoh jika kita ingin menambahkan button sehingga posisinya sebagai berikut:



Maka deklarasi buttonya adalah sebagai berikut:


Artinya button tersebut dibawah dan disebelah kanan EditText.

Dengan Relative Layout, widget juga dapat diatur berdasarkan parent.

contoh :


dan Hasilnya :

Semoga artikel ini bermanfaat, dan nantikan Tutorial Dasar mengenai android, di artikel saya selanjutnya. Terimakasih

3 Alasan Wanita Lebih Cocok Pakai Ponsel Android Ketimbang iPhone

Berdasar hasil survey terbaru yang dilakukan Neilsen disimpulkan bahwa wanita lebih memilih iPhone sebagai ponsel pilihan. Dan, Android banyak dipilih oleh para kaum Adam. Namun, menyimpang dari hasil survey Neilsen tersebut, sebuah situs yang berbasis di India, techtree, justru menulis beberapa alasan mengapa wanita lebih baik berponsel Android, ketimbang iPhone.





Inilah alasan yang dikemukakan situs yang berbasis di India itu:
  1.  Keyboard QWERTY. Sebagian besar pengguna smartphone khususnya wanita suka berkomunikasi, dan sebagian dari mereka tidak merasa nyaman jika harus menggunakan jari mereka untuk menekan layar sentuh kapasitif pada iPhone. Berbeda dengan iPhone, beberapa smartphone Android hadir dengan suguhan keyboard yang nyata dan mampu mengakomodasi pengguna wanita yang memang suka mengetik.
  2. Bentuk dan ukuran yang mungil. Meskipun simbol ikon pada iPhone terlihat keren, namun ‘form factor’ pada iPhone terbatas dan  terlihat seperti ‘batu bata’. Beda dengan Android di mana beberapa ponselnya berukuran sangat kecil dan mungil. Alhasil ponsel tersebut dapat dengan mudah dimasukkan ke tas atau saku celana yang ketat sekalipun. Bahkan, beberapa ponsel Android terbaru datang dengan ‘sliding mechanisme’ yang keren.
  3. Harganya yang murah. Tidak semua wanita, terutama yang masih berstatus pelajar atau mahasiswa dapat meyakinkan kedua orangtuanya untuk membelikan mereka iPhone yang terbilang mahal. Selain itu, tidak banyak wanita yang suka menghambur-hamburkan uang hanya untuk urusan ponsel. Berbeda dengan Android, meski ada beberapa ponselnya yang dilego dengan harga cukup mahal, namun banyak juga yang harganya ramah di kantong meski fitur yang dibawanya tidak kalah dengan iPhone.

Aplikasi Android Berbayar Tak Laku

 
CALIFORNIA - Berdasarkan analisa terbaru tentang peluang bisnis di platform mobile, pengguna kerap menghindari aplikasi berbayar, terutama di kalangan pengguna Android.

Firma analisa Distimo menemukan sekira 80 persen aplikasi berbayar, khususnya untuk platform Android, hanya diunduh kurang dari 100 kali. Sementara itu, hanya 20 persen aplikasi gratis yang diunduh kurang dari 100 kali. Demikian seperti dilansir PC Pro, Jumat (27/5/2011).

"Melihat daftar aplikasi berbayar di Android Market Google, jumlah unduhannya jauh lebih rendah ketimbang aplikasi gratis," bunyi laporan tersebut.

"Angka-angka ini menunjukkan besarnya tantangan para pengembang platform Android untuk mencari uang dari aplikasi di Google Android Market."

"Ini mungkin salah satu alasan mengapa kebanyakan aplikasi di Android Market adalah gratis, tidak seperti pada App Store milik Apple," demikian analisa Distimo.

Tercatat hanya 0,1 persen aplikasi Android berbayar yang sukses diunduh lebih dari 50 ribu kali. Sebaliknya, 6,6 persen aplikasi gratis di Android Market bisa menembus angka 50 ribu. Bahkan 1 persen aplikasi bisa memperoleh lebih dari 500 ribu unduhan.
sumber : tekno okezone

Tablet Honeycomb Dari Dell Dengan Stage UI Dan Tegra 2


Masihkah Anda merasa kalau tablet Honeycomb dengan spek layar 10" dengan resolusi 1.280 x 800 piksel dan prosesor Nvidia Tegra 2 1GHz terlihat berbeda satu dengan yang lainnya ? Kalau iya, maka tablet Dell Streak Pro ini akan menjadi satu dari sekian banyak pilihan tablet Honeycomb diluaran sana. Tablet ini nantinya akan dibungkus dengan material kelas atas berbahan aluminium dan hadir dalam tiga varian memori : 16GB, 32GB, dan 64GB.
Fitur lain dari tablet ini adalah memiliki dua kamera dengan resolusi 5mp di belakang dan 2mp didepan untuk keperluan video call dan foto diri. Dell juga menanamkan dua mic pada tablet ini. Perusahaan yang didirikan oleh Michael Dell ini akan merilis Streak Pro dalam empat pilihan warna : hitam, biru, pink, dan merah. Bukan itu saja, Dell juga mengubah tampilan tablet ini dari standar Honeycomb dengan tampilan khas Dell yaitu Stage UI. Konektifitas yang ditawarkan tablet ini juga terbilang lengkap dengan tersedianya radio LTE 4G. Jika tidak ada aral melintang, rumor mengatakan kalau tablet ini akan dirilis pada bulan Juni mendatang.

Sanggupkah tablet ini bersaing dengan generasi Galaxy Tab dari Samsung ataupun Optimus LG yang memiliki kemampuan 3D ? Bagaimana tablet ini pada akhirnya akan berkompetisi dengan iPad 2 ? Kita tunggu saja perilisan produk ini beserta harga jualnya di Indonesia.

sumber via : teknoupgadgetmix

Google I/O 2011, Honeycomb 3.1, Ice Cream Sandwich Hingga Layanan Multiimedia


Acara Google I/O tahun 2011 ini sudah dimulai dan mengungkapkan statistik dan berbagai hal baru bagi OS Android. Selain rilis update Android 3.1 Honeycomb untuk tablet, Google juga memberikan sedikit gambaran mengenai OS Android selanjutnya yaitu Ice Cream Sandwich yang akan menggabungkan berbagai percabangan versi Android yang sekarang berada di setiap smartphone Android.
Acara ini dibuka dengan informasi perkembangan Android. Menurut Google saat ni perangkat Android yang telah diaktivasi berjumlah lebih dari 100 juta unit. Angka aktivasi juga meningkat menjadi 400.000 per hari. Android Market juga semakin berkembang dengan telah tersedianya lebih dari 200.000 aplikasi, dengan jumlah aplikasi gratis melebihi yang ada di Apple App Store.
Google juga mengumumkan dan menjelaskan mengenai update pertama dari Honeycomb yaitu Android 3.1. Update ini masih diberi nama yang sama karena update yang dilakukan hanya sedikit saja jika dibandingkan versi 3.0. Ada beberapa perbaikan kecil dan optimasi selain beberapa fitur baru yaitu widget yang bisa diubah ukurannya serta dukungan mode USB host untuk memudahkan transfer data memakai asesoris USB yang ada. Android 3.1 juga didemokan dalam sebuah game singkat memakai kontroler Xbox 360. Saat ini Android 3.1 Honeycomb telah dipasang pada Motorola XOOM dan akan disusul pada Samsung Galaxy Tab 10.1.
Selain Honeycomb, Google juga mengungkapkan OS Android baru yaitu Ice Cream sandwich. Belum ada nomer versi OS baru ini namun diperkirakan pengumuman resminya akan dilakukan sebelum rilisnya di kuartal keempat tahun 2011 ini.


Android Ice cream sandwich merupakan upaya Google untuk menggabungkan semua cabang Android yang beredar saat ini. Dengan demikian OS mobile ini akan bisa dijalankan di berbagai perangkat mulai smartphone, tablet, hingga perangkat Google TV. Ice Cream sandwich ini akan memakai UI holografis dan tetap open-source.


Google juga mengumumkan aliansi Android untuk memudahkan proses update perangkat Android. Kemitraan ini diikuti antara lain Verizon, HTC, Sprint, LG, T-Mobile, Vodafone, Motorola, AT&T, Sony Ericsson dan Samsung.
Pengumuman lainnya adalah Android@Home dan Android Open Accessory yang memudahkan pengembang membuat aksesoris perangkat keras yang bisa dijalankan di Android melalui Open Accessory API. Sebagai bagian dari program maka Google merilis ADK Kit untuk membantu pengembang membangun aksesoris yang diinginkan.
Sementara itu Android@Home merupakan konsep menarik yang memungkinkan aplikasi Android berinteraksi dengan perangkat elektronik rumah tangga seperti alarm, pengatur cahaya hingga pemutar musik dan lain-lain.
Pada kesempatan tersebut Google juga mengumumkan layanan Google Music Beta. Layanan ini saat ini baru tersedia di Amerika Serikat.

video tentang pengembangan android : http://youtu.be/Oq05KqjXTvs





sumber via : teknoupyoutube

Meningkatkan Umur Pemakaian Baterai

Perlu diketahui indikasi yang menunjukan baterai rusak atau menurun performanya. Kondisinya seperti :
1. Durasi pemakaian sesudah dicharge makin singkat.
2. Baterai cepat menjadi panas, baik selama proses charge maupun sewaktu handphone dipakai.
3. Baterai / casing membengkak. Baterai dapat diputar jika diletakkan secara horizontal.
4.  Jika ditekan ada hardspot pada baterai.



Sehubungan dengan umur baterai, ada dua hal yang harus kita perhatikan, yakni bagaimana mengoptimalkan durasi pemakaian baterai dari proses charge pertama ke proses charge berikutnya serta apa saja yang harus dilakukan untuk membuat baterai itu sendiri awet dipakai.

Lalu bagaimana untuk mengoptimalkan durasi pemakaian baterai? Cobalah untuk matikan ponsel pada saat Anda sedang tidak perlu memakainya. Misalnya malam hari saat tidur, juga pada saat kita ada di daerah yang signalnya lemah. Pencarian signal koneksi di area lemah signal akan menguras energi baterai anda. Lalu non aktifkan fungsi-fungsi dan fitur yang kurang diperlukan.


Cara mengoptimalisasi penggunaan baterai :
1. Fungsi vibrate. Gunakan ringtone sebagai gantinya. Vibrate menggunakan banyak energi baterai.
2. Backlight. Perpendek jarak aktif backlight.
3. Matikan fitur bluetooth, infrared, kamera, koneksi internet, WIFI,GPS,dan lain-lain. Terutama jika baterai sudah hampir habis.
4. Menggunakan ponsel mode GSM daripada 3G/ Dual Mode. Pilihan yang terakhir ini akan menambah kapasitas baterai 50 persen.
 
 Beberapa tips untuk memperpanjang umur baterai :

1. Proses inisialisasi.
Proses ini harus dilakukan pada baterai yang masih baru, sebelum dipakai untuk pertama kalinya. Untuk baterai berbasis Nikel (NiMH) harus di-charge 16 jam, sedangkan untuk baterai Lithium (Li-on) sekitar 5 sampai 6 jam. Abaikan jika ponsel memberitahukan bahwa baterai sudah penuh, karena petunjuk tadi tidak akurat sebelum baterai di inisialisasi.

2. Jaga suhu baterai ponsel Anda.
Baterai ponsel akan awet jika tersimpan pada suhu kamar. Hindarkan ponsel tertinggal di dashbor mobil yang panas, sinar matahari langsung, terkena hujan, ataupun lembab.

Tutorial Penggunaan Layout

Selamat Pagi Pecinta Android.

Pada pemrograman android, pengaturan layout dasar akan sangat sering dilakukan melalui file XML (Extended Markup Language) yang nantinya akan diakses/dipanggil melalui class Java sebagai file utama pemrograman aplikasi yang dibuat.
Pada posting kali ini saya akan mencoba berbagi tentang penggunaan EditText, TextView dan Button pada pemrograman android dengan menggunakan file XML.

Langsung saja kita akan memulai tutorial ini,
1. Buat Project Baru New -> Android Project

2.Kita akan merubah Main.xml di Res->Layout->Main.xml . Untuk lebih mempermudah mencarinya lihat gambar dibawah ini :

3. Secara default file main.xml akan berisi script seperti ini:

<?xml version="1.0" encoding="utf-8"?><LinearLayout xmlns:android="http://schemas.android.com/apk/res/android"    android:orientation="vertical"    android:layout_width="fill_parent"    android:layout_height="fill_parent"    ><TextView      android:layout_width="fill_parent"     android:layout_height="wrap_content"     android:text="@string/hello"    /></LinearLayout>
4. Pada MainActivity, biasanya system akan langsung menuliskan script dasar seperti diatas. LinearLayout adalah salah satu bentuk Layout pada Android. Dengan menggunakan dasar Layout ini maka dasar aplikasi kita akan bersifat statis/fixed sehingga tidak bisa digerakkan/scroll.

Komponen TextView sendiri merupakan komponen yang akan menampilkan text. Dalam script ini maka yang ditampilkan adalah string dengan nama:hello pada file strings.xml. Untuk tutorial ini kita akan menghilangkan text tersebut dan mengosongkan karena kita akan menampilkan TextView berdasarkan inputan dari user. Kemudian rubah strukturnya sebagai berikut:
<TextView 
       android:layout_width="fill_parent"
       android:layout_height="wrap_content"
       android:id="@+id/txtHasil"
       android:gravity="center_horizontal"
    />
Untuk menerima inputan, maka yang digunakan adalah EditText. Sebenarnya ada cara lain namun untuk dasar kita akan menggunakan EditText. Adapun script untuk membuatnya adalah sebagai berikut:
<EditText
    android:layout_width="fill_parent"
    android:layout_height="wrap_content"
    android:id="@+id/txtInput"
    android:layout_gravity="center_horizontal"
    />
Karena penempatan layout pada XML sifatnya tersusun dari atas ke bawah, maka letakkan EditText di atas TextView. Selanjutnya kita masukkan komponen Button sehingga susunan XML akan seperti ini:

<?xml version="1.0" encoding="utf-8"?><LinearLayout xmlns:android="http://schemas.android.com/apk/res/android"    android:orientation="vertical"    android:layout_width="fill_parent"    android:layout_height="fill_parent"    >        <EditText    android:layout_width="fill_parent"     android:layout_height="wrap_content"     android:id="@+id/txtInput"    android:layout_gravity="center_horizontal"    />        <Button    android:layout_width="150px"     android:layout_height="wrap_content"     android:id="@+id/btnInput"    android:layout_gravity="center_horizontal"    android:text="Tampilkan"    />        <TextView      android:layout_width="fill_parent"     android:layout_height="wrap_content"     android:id="@+id/txtHasil"    android:gravity="center_horizontal"    /></LinearLayout>
5. Setelah selesai melakukan editing pada file XML, selanjutnya kita berpindah ke file java yaitu MainActivity.java. Secara default file ini akan berisi script sebagai berikut:

package com.selukbelukandroid.tutoriallayout;import android.app.Activity;import android.os.Bundle;public class main extends Activity {    /** Called when the activity is first created. */    @Override    public void onCreate(Bundle savedInstanceState) {        super.onCreate(savedInstanceState);        setContentView(R.layout.main);    }}
 6. Kemudian untuk bisa mengakses komponen di file XML, kita terlebih dahulu mendeklarasikan komponen tersebut seperti ini:

public class main extends Activity {EditText inputUser;Button tombolInput;TextView tampilanHasil;
 7. Selanjutnya inisialisasi object tersebut didalam public void onCreate() seperti ini:
@Override
       public void onCreate(Bundle savedInstanceState) {
        super.onCreate(savedInstanceState);
        setContentView(R.layout.main);
       
        inputUser = (EditText)findViewById(R.id.txtInput);
        tombolInput = (Button)findViewById(R.id.btnInput);
        tampilanHasil = (TextView)findViewById(R.id.txtHasil);
       
    }
8. Kemudian karena kita akan menggunakan tombol/komponen Button maka kita harus mengimplementasi class OnClickListener seperti ini:

public class main extends Activity implements OnClickListener{}
9. Langkah selanjutnya kita perlu untuk mengimplementasi Button yang kita buat agar Button tersebut menerima aksi ketika ditekan. Caranya seperti ini:

tombolInput.setOnClickListener(this);
 10. Setelah diimplementasikan. Berikutnya kita akan membuat sebuah method untuk menangani aksi ketika Button di klik. Jika anda perhatikan, bahwa saat implementasi pada langkah ke 8, baris tersebut tertulis mengalami error. Itu dikarenakan belum adanya method ini.

@Override   public void onClick(View v) {      switch (v.getId()) {      case R.id.btnInput:      tampilanHasil.setText("Anda meng-inputkan : " +inputUser.getText().toString());         break;      default:         break;      }   }
11. Tampilan Full dari Main.xml adalah :

package com.selukbelukandroid.tutoriallayout;import android.app.Activity;import android.os.Bundle;import android.view.View;import android.view.View.OnClickListener;import android.widget.Button;import android.widget.EditText;import android.widget.TextView;public class main extends Activity implements OnClickListener{     EditText inputUser;   Button tombolInput;   TextView tampilanHasil;      /** Called when the activity is first created. */    @Override    public void onCreate(Bundle savedInstanceState) {        super.onCreate(savedInstanceState);        setContentView(R.layout.main);                inputUser = (EditText)findViewById(R.id.txtInput);        tombolInput = (Button)findViewById(R.id.btnInput);        tampilanHasil = (TextView)findViewById(R.id.txtHasil);                tombolInput.setOnClickListener(this);            }   @Override   public void onClick(View v) {      switch (v.getId()) {      case R.id.btnInput:         tampilanHasil.setText("Anda meng-inputkan : "+inputUser.getText().toString());         break;      default:         break;      }   }}

12. Jika anda menuliskan dengan benar, seharusnya error pada langkah ke-9 tadi sudah hilang. Berikutnya anda bisa menjalankan program ini dengan hasil sebagai berikut:


  Selamat Mencoba :D

Android Update 2.3.4 OTA Hadirkan Video Chat

Jika Iphone sudah memiliki fitur face time untuk melakukan video call yang unik, maka Android tidak mau ketinggalan, kabar baik bagi para pengguna Android kali ini dapat menikmati Video Chat. Versi Gingerbread update terbaru ini akan memberikan beberapa perbaikan bug, optimasi dan juga penambahan feature yang ditunggu tunggu yaitu: Gtalk video chatting.
Google berencana akan mendistribusikan update dalam beberapa minggu kedepan untuk handset Nexus S. Sementara untuk Gingerbread device lainya akan mendapatkan update “soon.” Sehingga, anda dapat memanfaatkan Gtalk account anda untuk melakukan video ataupun voice chat dengan user lain melalui koneksi 3G, 4G, ataupun WiFi.

video : youtube 


sumber via : teknoinfoandroidheadlines

Tutorial Membuat Kalkulator Sederhana

Selamat Siang Pencinta Android..

Pada Tutorial kali ini saya akan berbagi mengenai pembuatan Aplikasi Pembuatan Kalkultor, Yang hanya bisa untuk menambah, mengurang, membagi dan mengkali dari 2 bilangan, mungkin dari tutorial kali ini kita semua bisa lebih mengembangkan kalkultor ini.


Langsung saja kita mulai
1.Buat Project Seperti gambar dibawah ini :
2. Masuk ke Main.xml yang terdapat di Layout>main.xml
3. Ubah Souce code di Main.xml menjadi seperi gambar dibawah ini :
4. Setelah itu rubah di KalkulatorSederhana.java. seperti gambar dibawah ini :
5. Run Programnya.. Tampilannya akan tampil sebagai berikut :
Selamat Mencoba..


Mungkin dari teman-teman masih bngung dengan tuorial singkat saya mengenai codingnya. saya akan mencoba mnegngupasnya 1 per 1..


kita mulai dari Layout->main.xml
1. karenaang akan kita buat adalah membuat 2 widget EditText sebagai inputan angka integer, 4 Button untuk tombol +, -, *, / dan satu TextView untuk menampilkan hasil perhitungan. maka ada coding seperti ini di main.xml :

<?xml version="1.0" encoding="utf-8"?>
<LinearLayout xmlns:android="http://schemas.android.com/apk/res/android"
    android:orientation="vertical"
    android:layout_width="fill_parent"
    android:layout_height="fill_parent"
    >
    <EditText
    android:id="@+id/input1"
    android:layout_width="fill_parent"
    android:layout_height="wrap_content"
    android:numeric="integer"
    android:text="0"
    />
    <EditText
    android:id="@+id/input2"
    android:layout_width="fill_parent"
    android:layout_height="wrap_content"
    android:numeric="integer"
    android:text="0"
    />
         <LinearLayout
         android:layout_width="fill_parent"
         android:layout_height="wrap_content"
         >
         <Button
         android:id="@+id/tambah"
         android:layout_width="fill_parent"
         android:layout_height="wrap_content"
         android:layout_weight="1"
         android:text="+"
         ></Button>
         <Button
         android:id="@+id/kurang"
         android:layout_width="fill_parent"
         android:layout_height="wrap_content"
         android:layout_weight="1"
         android:text="-"
         ></Button>
         <Button
         android:id="@+id/kali"
         android:layout_width="fill_parent"
         android:layout_height="wrap_content"
         android:layout_weight="1"
         android:text="*"
         ></Button>
         <Button
         android:id="@+id/bagi"
         android:layout_width="fill_parent"
         android:layout_height="wrap_content"
         android:layout_weight="1"
         android:text="/"
         ></Button>
       
         </LinearLayout>
   <TextView 
   android:id="@+id/hasil"
    android:layout_width="fill_parent"
    android:layout_height="wrap_content"
    android:gravity="center"
    android:text="Hasil"
    />
 
     <TextView
    android:layout_width="fill_parent"
    android:layout_height="wrap_content"
    android:layout_marginTop="250px"
    android:gravity="center"
    android:text="diskusiAndroid.com"
    /         
</LinearLayout>

2. Selanjutnya yang dilakukan adalah membuat variabel dari setiap widget yang telah kita buat yaitu Button, EditText dan Textview. Buat variabel itu seperti kode berikut:

EditText input1,input2;   Button tambah, kurang, kali, bagi;   TextView hasil;      @Override    public void onCreate(Bundle savedInstanceState) {        super.onCreate(savedInstanceState);        setContentView(R.layout.main);                input1 = (EditText) findViewById(R.id.input1);        input2 = (EditText) findViewById(R.id.input2);        hasil = (TextView) findViewById(R.id.hasil);        tambah = (Button) findViewById(R.id.tambah);        kurang = (Button) findViewById(R.id.kurang);        kali = (Button) findViewById(R.id.kali);        bagi = (Button) findViewById(R.id.bagi);
3. Karena aplikasi akan berfungsi jika kita mengklik tombol +,-,*,/ maka setiap widget Button harus di setOnClickListener. Seperti coding dibawah ini :
        tambah.setOnClickListener(this);
        kurang.setOnClickListener(this);
        kali.setOnClickListener(this);
        bagi.setOnClickListener(this);
4. Setelah menambahkan setOnClickListener jangan lupa untuk implementasi OnClickListener.
public class Main extends Activity implements OnClickListener {
5. Lalu buat fungsi onClick agar tombol dapat diklik. Seperti coding dibawah ini :

public void onClick(View v) {      // TODO Auto-generated method stub      int satu = Integer.parseInt(input1.getText().toString());      int dua = Integer.parseInt(input2.getText().toString());         switch(v.getId()){         case R.id.tambah:            hasil.setText(Integer.toString(satu+dua));            break;         case R.id.kurang:            hasil.setText(Integer.toString(satu-dua));            break;         case R.id.kali:            hasil.setText(Integer.toString(satu*dua));            break;         case R.id.bagi:            hasil.setText(Double.toString(satu/dua));            break;         }        }
Pada kode diatas kita buat dulu variabel integer satu dan dua. Karena inputan dari EditText berupa String jadi harus di konversi ke Integer dengan parseInt. Gunakan switch untuk mengatur tombol mana saja yang akan diklik sesuai tombol +,-,*,/. Sebelum menampilkan hasil dari kalkulasi, harus mengubah kembali hasil dari kalkulasi yang berupa integer ke String dengan cara toString();.

Hanya itu yang bisa saya paparkan, untuk lebih lanjut silahkan di coba sendiri. Terima kasih

Tutorial Membuat Relative Layout

Selamat Pagi Pencinta Android,


Pada tutorial kali ini, saya akan mencoba share mengenai pembuatan Relative Layout di Android. Mungkin banyak yang belum mengetahui, apakah itu relative Layout. Relative Layout adalah sebuah layout dimana posisi dari sebuah komponen (simbol, text,dsb) bisa diatur letaknya terhadap komponen lainnya. Misalnya tombol “OK” posisinya berada dibawah “Edit Text”, kemudian tombol “cancel” posisinya berada di sebelah kiri tombol “OK” dan dibawah “edit Text”. Intinya, saling berkaitan satu dengan yang lain. Untuk Contoh Hasil Tutorial kali ini akan tampak seperti gambar di bawah ini :



Oh ya, sebelum kita memulai, lebih baik, teman-teman membaca tutorial saya sebelumnya mengenai Linear Layout , Supaya lebih mengerti mengenai Dasar Android in..


Ayo kita mulai langsung pemogramannya..
1. Jalankan Enclipse, File > New > Android Project
2. Isikan Seperti Gambar dibawah ini :
3. Pada Package Explorer, pilih RelativeLayout > res > layout > main.xml.

4. Gantilah dengan kode dibawah ini
5. Pastikan pada RelativeLayout.java seperti dibawah ini.
6. Lakukan Run dengan shortcut CTRL+F11 atau klik kanan package > run as > android Project.
7. Lihat hasilnya seperti gambar diawal

Penggunaan Google Docs untuk Android

Merasa kesulitan untuk mengedit dokumen Google Docs di handphone Android anda ? Kini tidak lagi jika anda menginstal aplikasi Google Docs pada Android Market. Aplikasi Google Docs bekerja dengan cara yang sama dengan Google Docs pada PC.

Pada aplikasi, terdapat 6 buah menu pada Google Docs seperti :
  • All Items : berguna untuk melihat seluruh file baik file dokumen atau file lainnya yang ada pada Gmail anda
  • Collections : berguna untuk melakukan sharing file dokumen koleksi anda ke orang lain yang juga menggunakan email Gmail
  • Starred : berguna untuk menandakan file dokumen anda agar lebih mudah jika ingin melihatnya dikemudian hari
  • Documents : berguna untuk melihat file dokumen yang ada pada Gmail
  • Images : berguna untuk melihat file foto pada Gmail
  • More : berguna untuk melihat file dengan cara berdasarkan ekstensi file seperti file berekstensi .doc, .xls, dan .ppt
Penggunaan aplikasi Google Docs pada handphone Android sama pengoperasiannya dengan Google Docs pada PC anda. Tampilan aplikasi yang mudah, semakin memudahkan kita untuk menggunakannya, sekalipun baru pertama kali menggunakan handphone Android. Google Docs juga memungkinkan kita untuk membuat file office baru, mengedit file office, dan sharing dokumen.

Jika file dokumen anda terlalu banyak dan anda kesulitan untuk mencarinya, anda dapat menggunakan fitur pencari dokumen yang terdapat pada bagian kanan atas aplikasi. File dokumen yang dapat dibuka pada Google Docs adalah .doc, .ppt. .xls, .pdf. File dokumen yang dapat diedit adalah .doc dan .xls.

Satu keunggulan Google Docs milik Android ini, dapat digunakan untuk mengubah foto menjadi dokumen menggunakan optical character recognition (OCR) pada kameranya.


Kelebihan :
1. Dapat mengedit, membuat file dokumen baru tanpa perlu menginstal aplikasi office pada handphone Android
2. Kemanan yang terjamin karena file disimpan pada Gmail tidak pada handphone
3. Bisa melakukan scanning dokumen pada kertas menggunakan kamera seperti optical character recognition (OCR) pada scanner
4. Dapat digunakan untuk backup file secara online


Kelamahan :

1. Tidak dapat digunakan untuk mengedit file .ppt seperti pada Google Docs versi PC

NEWS Menetukan Tutorial dan Artikel IT

Salam Android Buat teman-teman Pencinta Android.


Di postingan kali ini, saya akan memberitahu teman-teman cara mudah mengakses mana artikel tentang android, dan mana tutorial mengenai android. Mungkin juga untuk menanggapi dari Pesan Seseorang Penngujung, yang mengatakan bingung yang mana yang artikel dan mana yang tutorial. Dari Pesan itu saya membuat Menu Baru yakni Kategory Blog, dimana setelah diklik akan menentukan yang mana artikel mengenai android, dan yang mana mengenai Tutorial.


Untuik lebih gampang memahami yang saya tulisakan, langsung aja ni teman-teman kita liat gambarnya :
1. Gambar untuk menentukan Artikel Terbaru Mengenai Android 
2. Gambar untuk menentukan Tutorial Android
Semoga Bermanfaat Buat teman-teman semua dalam membaca artikel di Seluk Beluk Android.
Sampai jumpa di Postingan selanjutnya

Google Docs untuk Android


Google Android megeluarkan aplikasi Google Docs app for Android resmi untuk Android. Pengguna dapat membuat, mengedit,  dan mengunggah dokumen secara langsung dari smartphone dan tablet android dan yang berbasis OS Android 2.1 Eclair keatas serta dari Gmail.



Kelebihannya lagi, aplikasi ini juga bisa mengubah foto menjadi teks yang dapat diedit dengan menggunakan teknologi OCR (optical character recognition), sama seperti yang digunakan oleh Google Goggles untuk translasi cepat. Untuk QRnya :


Sumber via : teknoupgoogle



Tutorial Membuat Linear Layout Android

Pada Tutorial kali ini kita akan belajar salah satu dasar pemograman android, yakni pembuatan Layout Android. Seperti apa sih Layout Android itu?? dan bagaimana cara pembuatannya?? kita akan mencoba bersama membuat Layout Android. Untuk hasil gambarnya sebagai berikut :



1. Jalankan Eclipse, File > New > Android Project
2. Isiskan pada kotak dialog New Sebagai berikut :
     Poject Name : Linear Layout
     Bulid Target : Android 2.3.1
     Application Name : Tutorial Linear Layout
     Package Name : tutorial.selukbelukandroid.linearlayout
     Create Activity : linearLayout
     Min SDK Version : 9
3. Pilih LayoutLinear > res > layout > main.xml
4. Gantilah Kode main.xml seperti berikut ini :



Posisi main.xml dapat terlihat dari gambar dibawah ini :


5. Untuk LinearLayout.java pastikan bahwa source code nya seperti gambar di bawah ini :
Posisi LinearLayout.java terdapat di gambar dibawah ini :
 6. Coba jalankan Aplikasi nya, Run as > Android Project

Selamat Mencoba teman-teman, Semoga bisa memberikan sedikit pencerahan buat teman-teman semua :D













   

5 Tips Jitu Menggunakan Blogger di Ponsel Android

Awal Februari lalu Google merilis aplikasi Blogger untuk Android. Anda yang suka nge-blog bisa menggunakannya di ponsel Android dan bisa posting artikel atau tulisan apapun dimana saja dan kapan saja.

Ada sejumlah tips yang bisa Anda jadikan acuan agar kegiatan nge-blog di ponsel Android bisa diproses lebih cepat dan senyaman ketika Anda nge-blog melalui PC.

1. Attach Foto Sembil Meulis
Anda bisa mengambil foto melalui kamera di ponsel Android untuk dimasukkan pada postingan. Sembari Anda menulis draft, aktifkan saja kamera untuk mengambil gambar pendukung tulisan Anda. Bisa juga mengambil foto dari galery untuk dumasukkan dalam postingan. Semua itu bisa Anda lakukan di Blogger app.

2. Menambahkan ‘Current Location
Dengan fitur GPS yang ada di ponsel Android, Anda bisa memberi tahu pembaca blog dimana Anda menulis postingan itu. Tinggal pilih ‘Your Current Location’ tanpa harus mencari/mengetik lokasi. Gambarnya seprti dibawah ini : 

3. Share to Blogger
Share video, produk, foto, link dan hal-hal menarik lain menggunakan ‘share button’. Button ini ada di tiap aplikasi termasuk Google Maps for Mobile, Youtube juga web browser. Setelah sebuah item ter-share di Blogger, maka item itu secara otomatis akan dimasukkan pada new post. Setelahnya tinggal tulis apa yang Anda inginkan.

4. Bekerja Dengan Lebih Dari Satu Akun Blogger
Jika Anda memiliki akun Blogger lebih dari satu, Anda-pun bisa berpindah dari akun satu ke akun yang lain. Tap saja tanpa panah berwarna oranye yang terdapat di sebelah judul blog. Dengan cara itu Anda bisa menambahkan artikel pada tiap-tiap blog yang Anda punya tanpa harus sign-out dan sign-in berkali-kali.

5. Mengecek Postingan dan Draft
Untuk melihat apa saja yang telah Anda publish dan apa saja yang masih ada dalam folder draft, Anda bisa tap pada list icon yang terletak dibagian pojok kanan atas Blogger app.

Nah, sekarang Anda bisa mulai nge-blog bersama Blogger app dan ponsel Android. Di perjalanan atau sambil berbaring-pun kini Anda bisa terus update Blogger untuk menyalurkan hobi menulis Anda. Selamat mendownload aplikasinya dan Mencoba applikasi di android market

Tips Android Widget Mini Info

Android devices memiliki task manager pada home screennya untuk memberikan data-data tentang aplikasi yang berjalan, dan aplikasi pada ‘background, juga dengan memory yang terpakai.  Tapi users membutuhkan data-data atau informasi yang biasanya tidak terliput oleh task manager.

 

Terkadang kita heran, mengapa Free RAM kita ‘menipis’ terus seiring penggunaan beberapa aplikasi.  Mungkin kita mendambakan aplikasi yang juga memberikan info tentang semuanya, termasuk RAM, aplikasi, battery info, dll. pada saat bersamaan.  The Mini Info widget bisa menjawab itu semua.

 

Fitur-fitur Mini Info Widget:

 

- Battery status; widget ini memberi informasi tentang battery kita dalam persentasi. Juga apakah battery sedang di’charge’ atau tidak tersambung pada ‘charger’. Tap pada battery section akan membuka panel yang memberitahu kita tentang status battery, health battery, battery voltage, temperature battery dan waktu device kita berada dalam standby mode sejak terakhir kali device ‘rebooted’. “Usage” section menampilkan informasi tentang penggunaan battery terhadap aplikasi-aplikasi yang sudah dijalankan.

 

- Memory status; total status memory dari internal dan external memory akan ditampilkan. Ketika kita ‘Tap’ status internal memory, kita akan disajikan dengan informasi tentang aplikasi-aplikasi yang terinstall di dalamnya. Dan external memory akan di’mount’ kan bila perlu.

 

-CPU and RAM stats; widget ini mendisplay CPU dan RAM usage secara ‘LIVE’. Secara detail, status individu aplikasi yang sedang dijalankan akan terlihat berapa banyak mereka mengkonsumsi dari memory yang tersedia.

 

-Toolkit; simple widget yang memudahkan hidup anda. Untuk mengganti settingan pada bluetooth, Wi-FI, dan GPS On/OFF. Digunakan untuk menghemat battery bila tidak digunakan, tanpa harus masuk ke ‘drawer’ applications Settings.

 

Aplikasi Mini Info Widget ini sangat ‘Customizable’. Ketika anda melokasikan pada ‘Home’ Screen, anda bisa edit semua settings dan customise widgets dalam segala bentuk. Misalnya beberapa informasi yang layak untuk ditampilkan atau dikesampingkan.  Bahkan warna daripada widget pun bisa dirubah sesuai dengan keinginan.

 

Mni Info Widget ini dapat didownload secara gratis dari Android Market.

Mengenal Android Market

Setelah Posting lama di Selamat Datang Android , di Android kelebihannya kita mengenal apa yang disebut Android Market, disana akan banyak terdapat aplikasi dari semua developer di seluruh dunia, baik aplikasi yang gratis maupun berbayar.
Android Market merupakan sebuah toko aplikasi/games online yang dikembangkan oleh Google untuk perangkat teknologi bersistem operasi Android.  Perangkat Teknologi disini bisa berupa ponsel, tablet pc ataupun music player. Sejauh perangkat tersebut dapat terhubung ke dunia maya, maka hampir dapat dipastikan, bisa terhubung dengan Android Market .

Sistem Operasi Android yang bersifat terbuka (open source) memungkinkan pihak ketiga terlibat dalam mengembangkan aplikasi untuk perangkat Android. Berdasarkan informasi yang tercatat pada Wikipedia, Pertama kali Android Market dibuka pada tanggal 22 Oktober 2008. Pertumbuhan jumlah aplikasi yang terdapat dalam Android Market bisa dikatakan sangat cepat. Untuk saat ini saja diperkirakan telah ada lebih dari 140.000 aplikasi padahal pada November 2009, jumlah aplikasi di Android Market hanya sekitar 2.300 aplikasi.

Dari puluhan ribu aplikasi tersebut, lebih dari setengahnya tidak berbayar. Meski banyak aplikasi yang di-gratis-kan, tidak berarti Android Market tidak mendatangkan keuntungan loh bagi para pengembang aplikasi tersebut. Keuntungan datang dari pengiklan yang dapat menyisipkan iklannya dalam aplikasi. Bila pengguna aplikasi mengklik iklan tersebut, pengembang bisa mendapat keuntungan sekitar 0,01 – 0,05 USD. Hal ini mirip dengan perilaku para Blogger yang memasang Adsense di halaman BloG-nya. Untuk aplikasi berbayar, Google menerapkan kebijakan pembagian keuntungan sebesar 70% untuk pengembang dan 30% untuk Google Market.

Format aplikasi yang digunakan oleh ponsel Android adalah Android Package Files (APK). Aplikasi yang diunduh dari Android Market tidak secara otomatis terinstal manakala telah selesai diunduh. Diperlukan layanan file manager untuk menginstal aplikasi-aplikasi tersebut. Pada Android versi 2.1 kebawah, aplikasi akan terinstal di memori internal perangkat. Namun, pada Android versi 2.2, aplikasi dapat diinstal di memori eksternal, sehingga memori internal perangkat dapat lebih leluasa.

Sayangnya hingga saat ini saya belum menemukan cara agar pengguna memiliki kuasa penuh untuk mengatur dimana aplikasi itu diletakkan seperti halnya sistem operasi Symbian dan Windows Mobile. Lagi-lagi Android-lah yang kemudian mengatur, bahwa Aplikasi yang berkaitan dengan perangkat akan diinstalasi di memori internal sedangkan Games dan Aplikasi lainnya secara otomatis ditanamkan pada memori eksternal.

Langkah Instalasi aplikasi Android ini tergolong sederhana dan mudah.  Pertama, pengguna dapat Mencari aplikasi yang diinginkan berdasarkan klasifikasi, atau mengetikkan penggalan nama atau kata kunci pada fasilitas search yang disediakan. Kedua. apabila pengguna mengklik/memilih sebuah aplikasi, akan muncul deskripsi tentang aplikasi/games tersebut, rating yang diberikan oleh para penggunanya sekaligus dan review atau komentar. Lalu, bila pengguna mengklik/menekan tombol install, maka aplikasi akan segera diunduh dan proses unduhan akan berlangsung sebagai background process, sehingga pengguna dapat kembali berselancar di Android Market. Aplikasi yang telah diunduh dari Android Market akan tampil dalam menu downloads. Jikapun Pengguna merasa aplikasi ini tidak berguna, aplikasi yang telah diunduh tadi dapat dihapus dari Menu Task Manager.


 

Sony Ericsson W8, Android Walkman Pertama di Indonesia



Terjawab sudah rumor mengenai ponsel Android Walkman pertama Sony Ericsson. Ponsel yang ternyata berkodenama W8 ini telah diumumkan resmi belum lama ini. Sama seperti saudaranya Xperia X8, Sony Ericsson W8 juga dilengkapi dengan layar sentuh kapasitif 3 inci serta resolusi 320x480 piksel.
Spesifikasi lainnya antara lain:
  • Android 2.1 Eclair
  • Kamera 3.2MP
  • CPU 600 Mhz single core
  • RAM 168MB
  • Jack Audio 3.5mm
  • UI TimeScape
  • Twitter™ - Integrasi Timescape™
  • Android™ Market
  • Bluetooth™ stereo (A2DP)

Cukup mengejutkan karena kebanyakan ponsel Android lain kini sudah dilengkapi setidaknya dengan versi Froyo ataupun Gingerbread. Namun setidaknya ponsel Android Walkman ini telah menjalankan tampilan antarmuka TimeScape. Mungkin saja Sony Ericsson sedang menyiapkan ponsel Android Walkman lain seperti W15 yang gambarnya sempat bocor dan beredar di internet.

Sony Ericsson W8 akan dikemas dengan headset stereo MH410 dalam kotak penjualannya dan akan menyasar pasar ponsel Cina, Hong Kong, Indonesia, India, Malaysia, Philippines, Singapore, Taiwan, Thailand dan Vietnam mulai kuartal kedua 2011.
Sumber via : teknoupSony Ericsson